Archive for August, 2006

Cermati, pesan dalam permainan…!

 

Dunia anak adalah dunia bermain, setidaknya ungkapan tersebut mengandung makna yang sangat berarti pada kenyataannya, bahwa memang masa kanak-kanak adalah masa bermain.  Jika kita mengingat kembali masa kecil, tentu segurat senyum akan tersungging di bibir, karena memang bermain dalam sebuah permainan masa kecil adalah salah satu kenangan terindah dalam hidup kita.  Bermain adalah faktor penting dalam mempersiapkan anak untuk bertanggungjawab, bermain menerangkan aktivitas yang dilakukan anak karena apa yang mereka rasakan.  Bermain adalah tanggapan terhadap hasrat, kehendak dan keinginan[1].  Bermain, bermain dan bermain, itulah anak anak, tak peduli dimana pun tempatnya, dirumah, pematang sawah, pantai, pelataran teras sekolah, taman, pinggiran sungai, kebun, di desa, di pedalaman, di kota, dimana-mana bahkan kebun tetangga sekalipun, dan masih banyak lagi tempat bermain yang tersedia buat mereka.

 

Beragam tempat bermain juga divariasikan dengan berbagai permainan masa kecil yang juga sangat beragam.  Mulai dari bermain petak umpet, hom pim pah, pocong-pocongan, boneka, perang-perangan, kelereng, layang layang, patung-patungan dan masih banyak lagi.  Berbagai permainan pun memiliki anggota bermain yang beragam jumlahnya, dari yang memiliki anggota bermain yang sedikit hingga anggota yang banyak.  Kalaulah kita perhatikan dengan seksama sesungguhnya bermain merupakan media kecerdasan social yang tak boleh dianggap remeh.  Lihatlah dan kenanglah, pada saat anak-anak berkumpul dan hendak memulai sebuah permainan, ada sebuah aktivitas yang mengandung nilai saling menghargai pendapat antar teman, menghormati pendapat orang lain, memberikan kesempatan mengemukakan pendapat, menempatkan diri untuk mendengar orang lain dan akhirnya sama sama memutuskan akan bermain apa, dan siapa melakukan apa.   Meski terkadang seorang anak selalu hendak menjadi yang “didengar” yang “dilihat” dan yang “dipatuhi” namun kesemuanya itu ada konsekuensi social yang berlaku diantara mereka.  Kita akan melihat dengan jelas jikalau salah seorang anak memiliki sifat seperti yang disebutkan itu maka akan ada sikap kontra dari yang lainnya, bahkan mungkin ada sikap “menolak” dari mereka yang akhirnya berujung pada “ tak kawan lagi”.  Sederhana memang, namun tampaknya semua itu sungguh sungguh berperan dalam membentuk karakter seorang anak dimasa mendatang. 

 

Selain pada aktivitas awal dalam memulai permainan, kita juga akan mendapati sikap-sikap luhur lainnya selama permainan berlangsung.  Seperti dalam permainan “masak-masakan”  dimana sekelompok anak mencoba membentuk komunitas layaknya di sebuah perkampungan, sikap saling tolong menolong pada saat salah seorang penduduk kampung mengalami musibah maka yang lainnya akan serta merta membantu, ketika seorang anak ingin membeli permen dan tidak punya uang ada tetangga yang kebetulan lewat memberikan permen.  Meski ini tampak sangat sederhana, namun dalam pemikiran anak-anak tentu ini lahir dengan apa adanya, mengalir begitu saja, tanpa ada yang memaksa, karena dalam permainan yang mereka putuskan bersama, mereka pun memiliki kemerdekaan untuk membuat seperti apa proses permainan itu berjalan.  Mereka bebas memutuskan dengan musyawarah.  Permainan anak-anak yang sepatutnya jadi cermin ketika dewasa.

 

Keputusan, apakah arti kata keputusan itu bagi anak anak? Dan mengapa itu perlu dilakukan dengan penuh rasa merdeka?.  Iklim dimana anak-anak diharapkan untuk mengambil keputusan harus diciptakan di dalam lingkungan kehidupannya.  Anak-anak membuat keputusan setiap hari.  Salah satu kriteria pertumbuhan seseorang adalah sadar atas keputusan-keputusannya ini dan cara keputusan itu dibuat.  Mampu membuat keputusan dengan baik adalah faktor utama dalam mengembangkan rasa mampu atau kendali atas keadaan dalam hidup seseorang.  Hal itu perlu untuk memperkuat rasa harga diri dan nilai dirinya[2].   Jika demikian adanya, lantas apa makna dari keputusan serta proses memutuskan itu?.  Meski hanya dalam permainan, dan meski orang dewasa menganggap bahwa keputusan dalam bermain pada masa kanak-kanak tak lebih hanya ”bermain” namun sesungguhnya keputusan tersebut adalah wujud dari sebuah mata rantai yang kelak akan menjadi sebuah ”tanggungjawab”.  Keputusan yang kelak harus dilanjutkan pada sebuah penerapan yang pada hakekatnya adalah sebuah tanggungjawab.  Tanggungjawab yang ketika dewasa akan menjadi sebuah inti dari pemecah persoalan bagi dirinya dan bagi orang lain disekitarnya, ia sebagai makhluk sosial.  Jika kita kembali pada petikan proses membuat keputusan pada aktivitas bermain anak-anak diatas sebelumnya maka sejatinya nilai nilai dimana sebuah keputusan untuk tanggungjawab itu diambil jika[3] :1.       Anak-anak tahu bagaimana membuat keputusan, dan keputusan baik yang mereka buat diperhatikan serta didukung dengan penghargaan yang layak2.       Orang dewasa (orang tua dan guru)  menyadari keputusan yang dibuat oleh anak dan memastikan bahwa kesempatan untuk membuat keputusan selalu ada.  Orang dewasa harus menciptakan iklim yang menekankan tanggungjawab individu dan menghilangkan sikap menyalahkan keragu-raguan serta tindakan tidak bertanggungjawab.3.       Orang dewasa (orangtua dan guru)  tidak membuat keputusan yang bisa di buat oleh anak-anak.  Membuat keputusan untuk anak merusak kemampuannya untukbertanggungjawab. Beberapa kalimat yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dan disertai dengan tanggungjawab itu sering kali terdengar diantara anak anak seperti, ” ayo kita main perang-perangan di kebun pamanku, tapi hati-hati nanti kena tanaman cabe yang ditanam bibi”.  Kalimat itu merupakan ajakan sekaligus ajakan berisikan permintaan persetujuan dengan berisikan tanggungjawab agar sama sama menjaga sikap dan gerakan agar tidak merusak tanaman cabe yang ditanam oleh bibi.Anak-anak dan dunia bermainnya adalah sebuah proses pembentukan karakter dimasa datang, wajib bagi kita semua untuk memberikan perhatian dan pengawasan yang baik.  Anak-anak Indonesia adalah generasi bangsa Indonesia, menjaganya adalah kewajiban setiap orang Indonesia.  Mari sishkan waktu untuk memberikan perhatian dan cinta kasih bagi mereka untuk menjadikan mereka sebagai tokoh bangsa yang bertanggungjawab dan berguna bagi nusa bangsa. 


[1] Melatih Anak Bertanggungjawab.  Harris Clemes, Ph.D&Reynold Bean,Ed.M

4 comments August 25, 2006

Yuuk, Menyimak apa itu Gunung Meletus…!

  

Gunung meletus, terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.  Dari letusan-letusan seperti inilah gunung berapi terbentuk.  Letusannya yang membawa abu dan batu menyembur dengan keras sejauh radius 18 km atau lebih, sedang lavanya bisa  membanjiri daerah sejauh radius 90 km.  Letusan gunung berapi bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar sampai ribuan kilometer jauhnya dan bahkan bias mempengaruhi putaran iklim di bumi ini.  Hasil letusan gunung berapi (sumber:MPBI)

  • gas vulkanik
  • Lava dan aliran pasir serta batu panas
  • Lahar
  • Tanah longsor
  • Gempa bumi
  • Abu letusan
  • Awan panas (Piroklastik)

Gas vulkanik adalah gas-gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung berapi yang dikeluarkan antara lain carbon monoksida (CO), Carbondioksida(Co2), Hidrogen Sulfida (H2S), sulfurdioksida(SO2) dan nitrogen (NO2) yang membahayakan manusia. 

Lava adalah cairan magma yang bersuhu tinggi yang mengalir ke permukaan melalui kawah gunung berapi.  Lava encer mampu mengalir jauh dari sumbernya mengikuti sungai atau lembah yang ada sedangkan  lava kental mengalir tidak jauh dari sumbernya. Lahar adalah merupakan salah satu bahaya bagi masyarakat yang tingla di lereng gunung berapi.  Lahar adalah banjir Bandang di lereng gunung yang terdiri dari campuran bahan vulkanik berukuran lempung sampai bongkah.  Dikenal sebagai lahar letusan dan lahar hujan.  Lahar letusan terjadi apabila gunung berapi yang memiliki  danau kawah meletus, sehingga air danau yang panas bercampur dengan material letusan, sedangkan lahar hujan terjadi karena percampuran material letusan dengan air hujan di sekitar puncaknya. 

Awan panas bisa berupa awan panas aliran, awan panas hembusan dan awan panas jatuhan.  Awan panas aliran adalah awan dari material letusan besar yang panas, mengalir Turun dan akhirnya mengendap di dalam dan disekitar sungai dari lembah.  Awan panas hembusan adalah awan dari material letusan kecil yang panas, dihembuskan angin dengan kecepatan mencapai 90 km/jam.  Awan panas jatuhan adalah awan dari material letusan panas besar dan kecil yang dilontarkan ke atas oleh kekuatan letusan yang besar. Material berukuran besar akan jatuh di sekitar puncak sedangkan yang halus akan jatuh mencapai puluhan, ratusan bahkan ribuan km dari puncak karena pengaruh hembusan angin.  Awan panas bisa mengakibatkan luka bakar pada bagian tubuh  yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga menyebabkan sesak sampai tidak bernafas.   

Abu letusan gunung berapi adalah material yang sangat halus.  Karena hembusan angin dampaknya bisa dirasakan ratusan kilometer jauhnya. Dampak abu letusan 

Permasalahan pernafasan, kesulitan penglihatan, pencemaran sumber air bersih, menyebabkan badai listrik, mengganggu kerja mesin dan kendaraan bermotor, merusak atap, merusak ladang, merusak infrastruktur. Persiapan menghadapi Letusan gunung Berapi

  • mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi
  • membuat perencanaan penanganan bencana
  • mempersiapkan pengungsian jika diperlukan
  • mempersiapkan kebutuhan dasar (pangan, pakaian alat perlindungan)

Jika terjadi Letusan gunung Berapi 

  • hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar
  • Di tempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas
  • Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan
  • Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh, seperti baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya
  • Gunakan pelindung mata seperti kacamata renang atau lainnya
  • Jangan memakai lensa kontak
  • Pakai masker atau kain menutupi mulut dan hidung
  • Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

Setelah terjadinya Letusan Gunung Berapi

  • jauhi wilayah yang terkena hujan abu
  • Bersihkan atap dari timbunan Abu, karena beratnya bisa merusak ataun meruntuhkan atap bangunan
  • Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin motor, rem, persneling hingga pengapian.

Tulisan ini bersumber dari Komik Gunung Berapi, media penanggulangan Bencana yang dibuat oleh yayasan IDEP dengan dukungan dari BAKORNAS PBP, CRS, MPBI, UNESCO, USAID&masyarakat Indonesia. 

Komik diperoleh bersama dengan paket penanggulangan Bencana lainnya atas kebaikan hati rekan Sayu dan Trisna dari Yayasan IDEP, Bali

44 comments August 25, 2006

Ayo, Ketahui apa itu Banjir…!

  

Banjir terjadi apabila sejumlah besar air menggenangi permukaan tanah yang biasanya kering.  Banjir adalah bencana alam yang paling sering terjadi dan paling banyak merugikan baik dalam segi kemanusiaan maupun ekonomi 90% dari kejadian bencana alam ( tidak termasuk bencana kekeringan) berhubungan dengan banjir.

Penyebab Banjir  Hujan dalam jangka waktu yang paling panjang atau deras selama berhari-hari.Erosi tanah atau buruknya penanganan sampah yang menyebabkan air sungai dan saluran-saluran meluap dan membanjiri  daerah sekitarnya. Pembangunan dan perkembangan tempat pemukiman dimana tanah kosong diubah menjadi jalan tempat parkir yang menyebabkan hilangnya daya serap air hujan.  Perkembangan tempat pemukiman bisa menyebabkan meningkatnya resiko banjir sampai 6 kali lipat dibandingkan tanah terbuka yang biasanya mempunyai daya serap air tinggi.  Masalah ini sering terjadi di kota-kota besar yang pengembangannya tidak terencana dengan baik. 

Bendungan dan saluran air yang rusak, walaupun tidak sering terjadi namun bisa menyebabkan banjir terutama pada saat hujan deras yang panjang. 

Keadaan tanah dan tanaman.  Tanah yang ditumbuhi banyak tanaman mempunyai daya serap air yang besar.  Tanah yang tertutup semen, paving atau aspal sama sekali tidak menyerap air. 

Didaerah Bebatuan, daya serap air sangat kurang sehingga bisa menyebabkan banjir kiriman. 

Persiapan dalam pencegahan kemungkinan  Banjir.  Untuk menghindari resiko banjir, sebaiknya membuat bangunan didaerah yang aman seperti didataran yang tinggi dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan.  Untuk daerah-daerah yang bersiko banjir, sebaiknya ; 

  • Mengerti akan bahaya banjir ;  termasuk banjir yang pernah terjadi dan mengetahui letak daerah, apakah cukup tinggi untuk terhindar dan banjir.
  • Melakukan persiapan untuk mengungsi dan melakukan latihan pengungsian.  Mengetahui jalan yang tergenang air yang masih bisa dilewati.  Setiap orang harus mengetahui kemana harus pergi apabila banjir.
  • Mengembangkan program penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya banjir dan meningkatkan kesadaran untuk meperhitungkan  bahaya banjir perkembangan masa depan.
  • Memasang tanda bahaya pada jembatan  yang rendah agar tidak dilalui orang pada saat banjir.  Adakan perbaikan apabila diperlukan.
  • Mengatur aliran air ke luar daerah pada daerah pemukiman yang beresiko banjir.
  • Menjaga agar sistem pembuangan air kotor tetap bekerja pada saat terjadi bencana.

Tindakan di rumah-rumah

  • simpan surat-surat penting didalam tempat yang kedap air
  • naikkan panel-panel dan alat listrik ke tempat yang lebih tinggi, sekurang-kurangnya 30 cm diatas garis ketinggian banjir maksimum
  • pada saat banjir, tutup keran saluran air utama yang mengalir kedalam rumah

Bahaya Wabah Penyakit

Pada saat dan sesudah banjir, ada beberapa tempat yang bisa menyebabkan tersebarnya penyakit menular, seperti : tempat pembuangan limbah dan tempat sampah yang terbuka, sistem pengairan yang tercemar dan sistem kebersihan yang tidak baik.  Bakteri bisa tersebar melalui air yang digunakan masyarakat, baik air PAM, air sumur yang telah tercemar oleh air banjir.  Air banjir membawa banyak bakteri, virus, parasit dan bibit penyakit lainnya termasuk juga unsur-unsur kimia yang berbahaya. Hal-hal tentang sanitasi dan kebersihanAir banjir bisa mengandung kotoran dari limbah air kotor dan limbah industri.  Walaupun kontak dengan kulit tidak membahayakan, namun makan makanan atau minimun yang tercemar air banjir bisa beresiko bagi kesehatan masyarakat.Pada saat bencana, sangat penting untuk menerapkan langkah-langkah dasar kebersihan ini :Selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air :

  • Sebelum memasak atau makan
  • Setelah  buang air
  • Setelah  melakukan pembersihan
  • Setelah  menangani apa saja yang telah tercemar air banjir

Perawatan Luka yang terbuka

  • Jaga kebersihan luka dengan mencucinya dengan air sabun dan berikan salep atau cairan antibiotik
  • Apabila luka menjadi merah atau membengkak, harus segera dirawat oleh petugas kesehatan

Jangan biarkan anak-anak bermain di air banjir.  Seringlah mencuci tangan, mereka terutama sebelum makan.  

Tulisan ini bersumber dari Komik Banjir, media penanggulangan Bencana yang dibuat oleh yayasan IDEP dengan dukungan dari BAKORNAS PBP, CRS, MPBI, UNESCO, USAID&masyarakat Indonesia. Komik diperoleh bersama dengan paket penanggulangan Bencana lainnya atas kebaikan hati rekan Sayu dan Trisna dari Yayasan IDEP, Bali.

6 comments August 25, 2006

Merdeka! [atas nama kasih bunda]

 

   

“ Kasih  Ibu sepanjang  jalan, sebuah ungkapan  yang nyata adanya.  Kasih ibu, sebuah curahan perasaan terdalam dari tiap perempuan (ibu) kepada buah hati yang tentu amat disadari tak hanya sebagai generasi penerus tapi juga amanah dari sang pencipta.  Maka wajarlah bila kasih ibu sepanjang jalan ini pun telah memerdekakan jiwa sang buah hati.” 

Mungkin belum semua perempuan merasakan bagaimana menjadi seorang Ibu.  Namun, menjadi seorang anak tentu adalah awal dari kehidupan manusia. Ibu, sosok perempuan yang paling berjasa bagi lahirnya manusia di muka bumi.  Kalaulah kita  membayangkan sejenak betapa rengkuhan dan pelukan seorang ibu telah menyambung benang-benang kehidupan hingga menjadi sepanjang saat ini maka tentu kita pun akan semakin menyadari bahwa nyata adanya bahwa kasih ibu takkan mampu terbalaskan.  Ibu, seorang perempuan yang dengan kesabaran dan kasihnya memberikan cinta tanpa pamrih, memberikan dekapan, menghangatkan meski ia sendiri dalam dingin beku gulita malam.  Masih banyak lagi, hingga akhirnya hadirlah pahlawan, hadirlah pejuang, hadirlah pengabdi, hadirlah pemimpin arif dan bijak lagi bestari.  Semua itu tak urung karena adanya kasih yang selau tercurah sepanjang waktu dari hati murni sang Ibu.Sejak dalam kandungan, ajaran tentang kemerdekaan pun telah ia berikan.  Bagaimana tidak, perih sakit dan ngilu ia rasakan untuk memberikan kebebasan kita bergerak selama berada dalam rahimnya.  Darah dan erang kesakitan ia lewati demi memberikan kehidupan.  Kala itu pecahlah hening malam, pagi, dan hiruk pikuk siang karena tangis kemerdekaan dari bibir mungil setiap bayi yang tentunya itu adalah kita dahulu.  ”Merdeka lah anakku!, lihatlah hijau nya Nusantara, birunya samudra dan hiruplah udara diantara sinar mentari!, Merdekalah Anak ku, dan semoga kelak engkau berguna bagi negeri ini.  Merdekalah anak ku!”.Seru dan ucap kemerdekaan itu lah yang kini menghadirkan jiwa jiwa yang tiada pernah berprasangka bahwa dirinya belum merdeka.  Kemerdekaan yang sejati, dimiliki oleh jiwa yang sejati, bukan jiwa yang selalu memandang sinis arti dan makna serta eksistensi kemerdekaan bagi orang lain terlebih bagi dirinya sendiri.Sekilas petikan bahagia dalam pelukan ibu dalam suasanan Kemerdekaan yang kami hayati di rumah ini adalah ungkapan syukur betapa kasih seorang ibu sungguh menjadikan kami merasa bangga dan semangat serta bunggah didada dengan teriakan patriotik ”Merdeka!”.  

Dirgahayu Kemerdekaan RI yang ke 61

Anak-anak Liana IndonesiaDari sebuah lapangan kampung RT 45 Kelurahan Srijaya16 Agustus 2006

Add comment August 25, 2006

Tempe, Enak dan Bergizi Loch…!

 Apa kau suka Tempe?

      

Adik-adik, apa yang kalian ketahui tentang Tempe? 

  • terbuat dari kacang
  • dari kacang kedelai
  • dibuat dengan fermentasi
  • dengan menambahkan jamur
    tempe
  • digoreng, disambal, di buat bacem, dan oncom tetap terasa enak

itulah pendapat anak-anak tentang tempe. Tempe adalah makanan yang terbuat dari kacang kedelai, dan merupakan makanan yang berasal dari tanah jawa.  Namun tak banyak orang yang tahu kalau tempe sudah ada sejak tahun 1600-an, pada saat pemerintahan Sultan Agung. Tempe dibuat dengan cara fermentasi.  Bahan bakunya adalah kacang kedelai.  Pembuatan tempe dengan cara permentasi juga bermanfaat untuk menghilangkan bau langu dari kedelai yang disebabkan oleh aktivitas dari enzim lipoksigenesa.  Jamur yang berperan dalam proses permentasi adalah jamur Rhizopus oligosporus  yang memiliki sifat ezimatic yang aktiv, mampu menghasilkan antibiotika, biosintesa vitamin B dan lain-lain.  Sebenarnya gizi tempe sendiri lebih rendah apabila dibandingkan dnegan gizi kacang kedelai, namun tempe lebih baik dalam hal kualitas cerna dibandingkan dengan kacang kedelai.  Hal ini disebabkan kadar protein yang larut dalam air akan meningkat akibat aktivitas enzim proteolitik.  Tempe juga sangat baik untuk terapi pada penderita diare kronis ( sumantri dan Sudigbia, 1985) Kandungan zat gizi kedelai dan tempe adalah sebagai berikut :

Zat gizi

Satuan Komposisi zat gizi 100 gram bdd
Kedelai Tempe
energi kal 381 201
Protein Gram 40,4 20,8
Lemak Gram 16,7 8,8
Hidrat arang Gram 24,9 13,5
Serat Gram 3,2 1,4
Abu Gram 5,5 1,6
Kalsium mg 222 155
Fosfor mg 682 326
Besi mg 10 4
Karotin mkg 31 34
Vitamin A SI 0 0
Vitamin B1 mg 0,52 0,19
Vitamin C mg 0 0
Air gram 12,7 55,3
Bdd ( berat yang dapat dimakan) % 100 100

Sumber :  Komposisi zat gizi pangan Indonesia Dep Kes RI. Dir. Bin. Gizi masyarakat dan puslitbang Gizi 1991

Nah, sekarang kamu sudah tahu kandungan gizi tempe dan juga kedelai,  setelah kau tahu apa kau jadi suka tempe? 

1 comment August 25, 2006

Pendidikan Lingkungan, Penting!

Arti Penting Pendidikan Lingkungan

Disadari bahwa peranan manusia begitu besar dalam menentukan kondisi dan kualitas lingkungan. Apabila peran aktif manusia nyatanya tidak peduli terhadap kelestarian mutu dan fungsi lingkungan, maka akan rusaklah lingkungan hidup dan demikian sebaliknya. Bencana banjir dan longsor atau juga kerusakan dan kebakaran hutan yang tak-terkendali dari tahun ke tahun adalah contoh akibat dari peran manusia pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan. Istilah peduli lingkungan disini mengisyaratkan kondisi mental individu manusia yang terbentuk dari pengalaman pahitnya atau dari suatu proses pendidikan yang dilaluinya.

Apabila di banyak wilayah seputar Indonesia termasuk Sumatera Selatan tercatat banyak bencana lingkungan khususnya insiden kebakaran hutan dari tahun ke tahun (Iam Kompas 2006), maka hal itu mengindikasikan adanya kondisi sosial yang masih memerlukan injeksi pendidikan lingkungan yang bersifat formal maupun pendidikan informal (kursus-kursus dan pelatihan) dan pendidikan non formal maupun pendidikan (penyuluhan dan kegiatan studi banding). Pendidikan lingkungan melalui jalur formal tentu erat kaitannya dengan aspek kurikulum yang secara khusus perlu dilengkapi dengan paket ‘kurikulum hijau’ dan perlu diajarkan sejak dari tingkat pendidikan terendah (Sekolah Dasar) hingga ke taraf perguruan tinggi.

Sjarkowi (2005) menyatakan bahwa untuk membangun kadar pemahaman yang seimbang tentang peran aktif manusia pembangunan di tengah lingkungan hidupnya, maka di seluruh penjuru nusantara memang perlu diselenggarakan program penghijauan kurikula (Greening The Curiculae) seperti digagas Collet, J & S dan Karakhasian (1996). Dengan pola dan bobot pendidikan yang berwawasan lingkungan itu maka kadar kesepahaman antar sesama manusia pembangunan dan bobot kerjasama pro-aktif, dan reaktif mereka terhadap bencana dan kerugian lingkungan pun akan dapat ditumbuhkan dengan cepat secara internal daerah atau bahkan kebangsaan maupun selingkup Internasional.

Di Indonesia upaya penghijauan kurikulum yang amat mendasar dan sangat penting itu sudah pernah didengungkan dan di awal tahun 1990-an khususnya ketika berlangsung Konferensi Nasional PSL ke 10 di Palembang pada tahun 1992. Salah satu butir himbauan yang tersimpul dalam konferensi itu menekankan arti penting penghijauan kurikulum baik secara substansial maupun secara parsial. Cara substansial menghendaki agar dalam setiap substansi mata-ajaran diberi wawasan dan bobot lingkungan. Cara parsial adalah bersifat penyisipan mata kuliah atau mata-ajaran ekologis pada setiap paket kurikulum yang diberikan kepada peserta didik. Cara substansial tentu makan biaya dan waktu lama, sedangkan cara parsial bisa lebih cepat dan murah, tapi bisa kehilangan konteks saling menguatkan terhadap mata-ajaran lainnya. Terutama bilamana cara parsial itu tidak disertai dengan banyak penataran lingkungan bagi para guru yang belum atau tidak paham bagaimana menghijaukan materi pelajaran (non Lingkungan) yang diajarkannya (Sjarkowi,2005).

Upaya penghijauan kurikulum yang kemudian patut disebut dengan program Pendidikan Lingkungan, adalah sebuah usaha untuk mengarahkan kembali tujuan pendidikan sehingga kompetensi dan pemahaman tentang pendidikan lingkungan dimunculkan kembali sebagai salah satu tujuan dasarnya di samping kompetensi personal dan kompetensi sosial. Materi pendidikan lingkungan seyogyanya tidak hanya sebagai satu pokok bahasan dalam pendidikan (cara parsial), melainkan penghijauan kurikulum itu akan lebih tepat dengan cara substansial yang mengedepankan pengembangan seluruh filosofi kurikulum sehingga dimensi lingkungan tercakup menjadi satu kesatuan. Cara demikian tentu lebih besar manfaatnya karena lingkungan membutuhkan perhatian dan pengertian yang sama besar dengan perhatian yang kita berikan untuk kesejahteraan personal social (Smyth, 1995) .

Hutan beserta dengan isinya sebagai himpunan aneka sumberdaya alami merupakan komponen penting dalam lingkungan hidup ( yang menurut Sjarkowi, 2004) terdiri dari lingkungan alami, lingkungan sosial, dan lingkungan binaan). Sumberdaya alami sebagai unsur lingkungan alami dan harus dijaga kelestarian mutu dan fungsinya, secara teoritis memiliki empat dimensi yaitu :
a) Dimensi mutu (Kualitas) dengan memperhatikan beberapa fungsi ciri atribut dan peran yang melekat pada sumberdaya tersebut, maka dapat dibedakan mana diantaran sejumlah sumberdaya sejenis yang lebih bermutu dan apa penyebab turun naiknya mutu tersebut.
b) Dimensi jumlah ( kuantitas) suatu sumberdaya selalu dapat dinyatakan jumlahnya menurut satuan ukur tertentu.
c) Dimensi waktu, mengacu kepada lambat atau cepatnya ketersediaan sumberdaya akan ludes atau dapat dipulihkan kembali. Dimensi ini tergantung kepada keadaan teknologi yang ada dan yang memberikan makna manfaat serta makna jumlah bagi suau sumberdaya yang dimanfaatkan.
d) Dimensi ruang merupakan penunjuk tempat kedudukan sumberdaya disebut sumberdaya in-situ, sehingga perlu disebarkan ke tempat dimana benda itu dirasakan lebih langka adanya ( sumberdaya eks-situ)

Suatu bencana lingkungan hidup seperti bencana kebakaran hutan tentu dapat merusak keempat dimensi sumberdaya alami itu. Sekali dimensi kelestarian sumberdaya itu mengalami kerusakan tentunya akan sulit dipulihkan, apalagi bila kebakaran hutan itu terjadi berulang-unlang. Maka dapat dimengerti betapa pentingnya merealisasikan program pendidikan lingkungan yang telah dikemukakan tadi, dan dengan demikian menjadi mudah pula untuk dimengerti jika dinyatakan bahwa tujuan pendidikan lingkungan itu secara umum adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap keterkaitan di bidang ekonomi, sosial, politik terhadap ekologi, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.
b. Memberi kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap/perilaku, motivasi dan komitmen, yang diperlukan untuk bekerja secara individu dan kolektif untuk menyelesaikan masalah lingkungan saat ini dan mencegah munculnya masalah baru.
c. Menciptakan satu kesatuan pola tingkah laku baru bagi individu, kelompok-kelompok dan masyarakat terhadap lingkungan hidup.

10 comments August 22, 2006

Tentang Bencana Longsor

   

Pengertian tanah longsor adalah terjadinya pergerakan tanah atau bebatuan dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau berangsur yang umumnya terjadi didaerah terjal yang tidak stabil.  Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya bencana ini adalah lereng yang gundul serta kondisi tanah dan bebatuan yang rapuh. Air hujan adalah pemicu utama terjadinya tanah longsor.  Ulah manusia pun bisa menjadi penyebab tanah longsor seperti penambangan tanah, pasir dan batu yang tidak terkendalikan.

Gejala Umum tanah Longsor (SumberMPBI)

  1. muncul retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing
  2. Muncul mata air secara tiba-tiba
  3. Air sumur di sekitar lereng menjadi keruh
  4. Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan

Wilayah-wilayah yang rawan tanah longsor

  • pernah terjadi bencana tanah longsor di wilayah tersebut
  • Berada pada daerah-daerah yang terjal dan gundul
  • Merupakan daerah-daerah aliran air hujan

Pencegahan Terjadinya Bencana Tanah Longsor

  • Tidak menebang atau merusak hutan
  • Melakukan penanaman tumbuh-tumbuhan berakar kyat, seperti nimba, bambu, akar wangi, lamtoro dans ebagainya, pada lereng-lereng yang gandul
  • Membuat saluran air hujan
  • Membangun saluran air hujan
  • Membangun dinding penan di lereng-lereng yang termal
  • Memeriksa keadaan tanah secara berkala
  • Mengukur tingkat kederasan hujan

Awas : Material yang terbawa pada saat terjadinya tanah longsor selain tanah juga bisa berupa bebatuan dan lumpur.  Kecepatan luncuran tanah longsor, terutama pada posisi yang terjal, bisa mencapai 75 km/jam.

Cara menghindari korban jiwa.

  • membangun pemukiman jauh dari daerah yang rawan.
  • Bertanya pada pihak yang mengerti sebelum membangun
  • Membuat peta bahaya.
  • Melakukan deteksi dini

Tulisan ini bersumber dari Komik Tanah Longsor, media penanggulangan Bencana yang dibuat oleh yayasan IDEP dengan dukungan dari BAKORNAS PBP, CRS, MPBI, UNESCO, USAID&masyarakat  Indonesia. Komik diperoleh bersama dengan paket penanggulangan Bencana lainnya atas kebaikan hati rekan Sayu dan Trisna dari Yayasan IDEP,
Bali.
 

6 comments August 22, 2006

Tahukah Kamu Apa itu Gempa Bumi?

Tujuan Kegiatan    : Peserta memahami apa yang dimaksud dengan gempa bumi.

Bentuk kegiatan    :  Membaca Komik Penanganan Bencana Gempa Bumi (IDEP)

Peserta                   :  Untuk anak kelas V dan VI 

Tempat                   :  Indoor (dalam ruangan) 

Waktu                    :  Membaca 1 x 15 menit, penjelasan 1 x 30 menit diskusi 1×30 menit 

Alat dan Bahan     :  Buku Komik penanggulangan Bencana Gempa, poster, alat tulis  

Aktivitas dan Diskusi 

Kepada peserta diberikan pertanyaan : 

  1. Apa yang kamu ketahui tentang Gempa Bumi?
  2. Pernahkan kamu merasakan gempa bumi?
  3. Apa pendapat mu tentang bencana gempa bumi?
  4. Apa yang seharusnya kita lakukan jika terjadi gempa? 

Deskripsi Pembelajaran Tentang Bencana Gempa

Gempa bumi terjadi karena pergesekan antara lempeng- lempeng tektonik yang berada jauh di permukaan bumi. Indonesia sangat rawan gempa karena berada dekat dengan lempeng-lempeng yang saling berhubungan satu sama lain yang aktif, serta adanya gunung-gunung berapi yang juga aktif.   

Apa yang sebaiknya dilakukan saat Gempa?

  1. Bila kamu  didalam bangunan dan bila ada kesempatan segera keluar menuju tempat terbuka, hati-hati terhadap pecahan kaca atau benda yang jatuh.  Jika tidak, jongkok atau tiarap di lantai.  Gunakan bangku, meja atau perlengkapan rumah tangga yang kuat sebagai perlindungan.
  2. Menjauhlah dari jendela, perapian, kompor, atau peralatan rumah tangga yang mungkin akan jatuh.
  3. Jika malam hari dan anda di tempat tidur, cari tempat yang aman di bawah tempat tidur atau meja yang kuat.  Lampu senter sebaiknya selalu tersedia di dekat tempat tidur.
  4. Jika anda diluar, cari tempat terbuka, jauh dari bangunan, pohon tinggi dan jaringan listrik.  Hindari rekahan akibat gempa yang dapat sangat berbahaya.
  5. Jika anda mengemudi, berhentilah jika aman tapi tetap dalam mobil.  Menjauhlah dari jembatan, jembatan layang atau terowongan.
  6. Jika anda di pegunungan, dekat dengan lereng atau jurang yang rapuh, waspadalah dengan batu atau tanah longsor yang runtuh akibat gempa.
  7. Jika anda dipantai, segeralah berpindah ke daerah yang agak tinggi atau beberapa ratus meter dari pantai.  Gempa bumi dapat menyebabkan tsunami.

Saat anda dan keluarga terlepas dari bahaya akibat gempa

  1. Periksa adanya luka.  Setelah menolong diri sendiri, bantu menolong mereka yang terluka atau terjebak.
  2. Periksa keamanan.  Periksa hal-hal berikut setelah gempa api atau bahaya kebakaran, kebocoran gas, kerusakan saluran listrik dan sebagainya.
  3. Lindungi diri anda dari bahaya tidak langsung
  4. Bantu tetangga yang memerlukan bantuan.  Orangtua dan orang cacat mungkin perlu bantuan tambahan.
  5. Pembersihan.  Singkirkan barang-barang yang mungkin berbahaya termasuk obat-obatan yang tumpah.
  6. Waspada dengan gempa susulan.
  7. Tetaplah berada jauh dari bangunan.  Biarkan jalan bebas rintangan untuk mobil darurat.

 

Merencanakan siaga Gempa Bumi

  1. Sederhana :  Rencana darurat yang baik hanya berisi beberapa rincian saja
  2. Tentukan jalan melarikan diri :  pastikan kamu dan keluarga tahu jalan yang paling aman untuk meninggalkan rumah setelah gempa.
  3. Tentukan tempat bertemu :  jika anggota keluarga terpencar, tentukan dua tempat bertemu.  Pertama semestianya lokasi yang aman dekat rumah dan tempat kedua dapat berupa bangunan atau taman di luar desa.

Tulisan ini bersumber dari Komik Gempa Bumi, media penanggulangan Bencana yang dibuat oleh yayasan IDEP dengan dukungan dari BAKORNAS PBP, CRS, MPBI, UNESCO, USAID&masyarakat Indonesia. Komik diperoleh bersama dengan paket penanggulangan Bencana lainnya atas kebaikan hati rekan Sayu dan Trisna dari Yayasan IDEP, Bali.

Add comment August 11, 2006

Menjernihkan Air dengan Biji Kelor

       

Tujuan Kegiatan, Anak mengetahui cara menjernihkan air rawa dan lebak dengan memanfaatkan daun kelor (sumberdaya alam) yang terdapat di sekitar rumah mereka untuk memenuhi kebutuhan air sehari hari.

Bentuk kegiatan,Praktek menjernihkan air, Diskusi mengenai kualitas air dan fungsinya bagi kesehatan

Peserta    :  Untuk anak kelas V dan VI 

Tempat    :  Di Luar Ruangan 

Waktu     :  Praktek  :  2 x 60 menit,  diskusi 1 X 45 Menit 

Alat dan Bahan    :  Ember, gayung air, kain serbet, penumbuk dan air lebak atau rawa, biji kelor, Aktivitas dan Diskusi  :  Kepada peserta diberikan pertanyaan : 

  1. Bagaimana kondisi air rawa? 
  2. Apa warna air rawa, mengapa perlu dijernihkan?
  3. Apa beda air rawa, lebak dengan air lainnya (bau, warna)
  4. Apakah air rawa dan lebak sehat untuk diminum? 

Pertanyaan Evaluasi

  1. Adakah sesuatu dari alam yang bisa kita manfaatkan?
  2. Bagaimana cara kita menggunakannya? 

Catatan :  Untuk mendapatkan hasil peningkatan pengetahuan peserta, lakukan pengamatan pada saat peserta melakukan praktek, perhatikan nilai-nilai kerjasama, ketelitian dan ketepatan dalam melakukan kegiatan sebagai manifestasi pemahaman dan adanya interasksi sosial positif antara peserta.

 Deskripsi 

Kemarau Tiba, apa yang bisa kita lakukan dengan air rawa dan lebak?

Yuk, menjernihkan air dengan biji kelor!

Musim kemarau sudah tiba. 

Di Palembang, sudah memasuki musim kemarau.  Meski musim kemarau kali ini tidak merata, tapi tetap saja mengelola air menjadi lebih baik adalah sebuah usaha pencegahan penyakit yang harus dilakukan.

Di beberapa daerah di Palembang, masih terdapat rawa dan lebak.  Rawa dan lebak ini juga ada di kawasan SD 129 Pakjo palembang.  Meski ledeng sudah ada namun tetap saja air dari mata air lebak dan rawa tetap di manfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.  Air lebak dan rawa adalah air yang berbau Lumpur, bahkan dibeberapa tempat juga mengandung karat.  Di beberapa sumber mata air di rawa dan lebak, sering dijumpai sumber air yang ditutupi selaput tipis dengan warna kuning kecoklatan.  Kalau air ini dipakai untuk mencuci misalnya, maka baju akan menjadi rusak, selain itu air ini juga berbau.

Di wilayah pakjo, yang pada awalnya banyak tempat yang dulunya adalah lebak dan rawa, pada umumnya air nya masih berbau dan mengandung karat.  Warga membuat saringan air dari pasir, sabut kelapa, batu bata dan ijuk untuk menyaring air.  Selain dengan menggunakan saringan sederhana salah satu usaha untuk menjernihkan air adalah dengan menggunakan biji tanaman kelor.

Bagaimana menjernihkan air dengan Biji Kelor?

Menjernihkan air dengan biji kelor juga termasuk penjernihan secara kimia, karena tumbukan halus biji kelor yang dimasukkan dalam air keruh akan membentuk gumpalan, pada kotoran yang terdapat di air yang dijernihkan.  Kelor adalah tanaman polong-polongan, dengan daun majemuk.  Kelor banyak di jumpai di sekitar lapangan main bola di pakjo, di semak pinggiran jalan, dan juga di dekat tempat penampungan sampah sementara. 

Caranya:

  1. Ambil biji kelor sesuai dengan kebutuhan

  2. Kupas buah kelor, keluarkan bijinya dan bersihkan.

  3. Biji yang sudah dibersihkan di bungkus dengan kain

  4. Kemudian tumbuk biji kelor yang masih terbungkus kain sampai halus

  5. Beri sedikit air hingga biji kelor menjadi pasta

  6. Campurkan biji kelor yang sudah halus dan berbentuk pasta dengan air yang akan dijernihkan

Perbandingannya 1 biji kelor : 1 liter air Aduk dengan cepat 55-60 putaran/menitKemudian aduk secara perlahan dengan kecepatan 15-20 putaran/menit selama 5 menitKemudian, endapkan air selama 1-2 jam.  Semakin lama pengendapan, maka air akan semakin jernihKemudian pisahkan air jernih dari endapan secara perlahan dengan menuangkan air jernih kedalam wadah yang lain.  Lakukan pelan-pelan agar endapan tidak naik ke permukaan lagi. Untuk mengahasilkan hasi terbaik, tumbuklah biji kelor sampai sangat halus, bila tidak, maka proses penggumpalan kotoran tidak berjalan dengan baik. Nah…. adik-adik sekalian  Dengan menggunakan biji kelor ini, kesehatan air tidak terganggu, dan layak kita konsumsi, bahkan kuman akan berkurang, cepat mendidih, zat organiknya juga berkurang sehingga tidak menyebabkan pencemaran.  Dan yang paling penting kita mudah membuatnya, dan bahan nya juga tersedia banyak.  Adik-adik bisa tetap meminum air yang sehat meskipun dalam musim kering seperti sekarang.  Tapi harus diingat, air yang dijernihakn menggunakan biji kelor ini hanya untuk pemakaian yang sedikit saja, karena air yang sudah di jernihkan hari ini dengan biji kelor, esoknya sudah tidak baik lagi untuk digunakan. Silahkan bantu ayah dan ibu di rumah dengan menjernihkan air, ayah dan ibu akan sangat bangga pada kalian.  Selamat mencoba yach…..  

 

9 comments August 11, 2006


Pages

a

Recent Posts

Top Posts

komentar

briezkiey on Metamorphosis
rokas almanar on Rumah Baca Liana Indonesi…
murder on Kancil si Pencuri Ketimun
ega on Yuuk, Menyimak apa itu Gunung…
saf123 on Metamorphosis

arsip

 

August 2006
M T W T F S S
    Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

statistik

Meta

Ayo... bermain...!

Blogroll

Sahabat

Watch Me...!

Top Clicks

Spam Blocked

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Flickr Photos

acceptance

Cardiac

310/365 November 6, 2009

More Photos

Categories

Feeds

Tags

Categories

Category Cloud

1 Baca,Simak,Ceritakan! Berita International Berita Nusantara Blogroll Cerita yuuuk Hewan Ini Punyaku! Orang Tua Pendidikan Lingkungan Sahabat Tokoh Untukmu Pahlawan What and Who