Archive for August 11th, 2006
Tahukah Kamu Apa itu Gempa Bumi?
Tujuan Kegiatan : Peserta memahami apa yang dimaksud dengan gempa bumi.
Bentuk kegiatan : Membaca Komik Penanganan Bencana Gempa Bumi (IDEP)
Peserta : Untuk anak kelas V dan VI
Tempat : Indoor (dalam ruangan)
Waktu : Membaca 1 x 15 menit, penjelasan 1 x 30 menit diskusi 1×30 menit
Alat dan Bahan : Buku Komik penanggulangan Bencana Gempa, poster, alat tulis
Aktivitas dan Diskusi
Kepada peserta diberikan pertanyaan :
- Apa yang kamu ketahui tentang Gempa Bumi?
- Pernahkan kamu merasakan gempa bumi?
- Apa pendapat mu tentang bencana gempa bumi?
- Apa yang seharusnya kita lakukan jika terjadi gempa?
Deskripsi Pembelajaran Tentang Bencana Gempa
Gempa bumi terjadi karena pergesekan antara lempeng- lempeng tektonik yang berada jauh di permukaan bumi. Indonesia sangat rawan gempa karena berada dekat dengan lempeng-lempeng yang saling berhubungan satu sama lain yang aktif, serta adanya gunung-gunung berapi yang juga aktif.
Apa yang sebaiknya dilakukan saat Gempa?
- Bila kamu didalam bangunan dan bila ada kesempatan segera keluar menuju tempat terbuka, hati-hati terhadap pecahan kaca atau benda yang jatuh. Jika tidak, jongkok atau tiarap di lantai. Gunakan bangku, meja atau perlengkapan rumah tangga yang kuat sebagai perlindungan.
- Menjauhlah dari jendela, perapian, kompor, atau peralatan rumah tangga yang mungkin akan jatuh.
- Jika malam hari dan anda di tempat tidur, cari tempat yang aman di bawah tempat tidur atau meja yang kuat. Lampu senter sebaiknya selalu tersedia di dekat tempat tidur.
- Jika anda diluar, cari tempat terbuka, jauh dari bangunan, pohon tinggi dan jaringan listrik. Hindari rekahan akibat gempa yang dapat sangat berbahaya.
- Jika anda mengemudi, berhentilah jika aman tapi tetap dalam mobil. Menjauhlah dari jembatan, jembatan layang atau terowongan.
- Jika anda di pegunungan, dekat dengan lereng atau jurang yang rapuh, waspadalah dengan batu atau tanah longsor yang runtuh akibat gempa.
- Jika anda dipantai, segeralah berpindah ke daerah yang agak tinggi atau beberapa ratus meter dari pantai. Gempa bumi dapat menyebabkan tsunami.
Saat anda dan keluarga terlepas dari bahaya akibat gempa
- Periksa adanya luka. Setelah menolong diri sendiri, bantu menolong mereka yang terluka atau terjebak.
- Periksa keamanan. Periksa hal-hal berikut setelah gempa api atau bahaya kebakaran, kebocoran gas, kerusakan saluran listrik dan sebagainya.
- Lindungi diri anda dari bahaya tidak langsung
- Bantu tetangga yang memerlukan bantuan. Orangtua dan orang cacat mungkin perlu bantuan tambahan.
- Pembersihan. Singkirkan barang-barang yang mungkin berbahaya termasuk obat-obatan yang tumpah.
- Waspada dengan gempa susulan.
- Tetaplah berada jauh dari bangunan. Biarkan jalan bebas rintangan untuk mobil darurat.
Merencanakan siaga Gempa Bumi
- Sederhana : Rencana darurat yang baik hanya berisi beberapa rincian saja
- Tentukan jalan melarikan diri : pastikan kamu dan keluarga tahu jalan yang paling aman untuk meninggalkan rumah setelah gempa.
- Tentukan tempat bertemu : jika anggota keluarga terpencar, tentukan dua tempat bertemu. Pertama semestianya lokasi yang aman dekat rumah dan tempat kedua dapat berupa bangunan atau taman di luar desa.
Tulisan ini bersumber dari Komik Gempa Bumi, media penanggulangan Bencana yang dibuat oleh yayasan IDEP dengan dukungan dari BAKORNAS PBP, CRS, MPBI, UNESCO, USAID&masyarakat Indonesia. Komik diperoleh bersama dengan paket penanggulangan Bencana lainnya atas kebaikan hati rekan Sayu dan Trisna dari Yayasan IDEP, Bali.
Add comment August 11, 2006
Menjernihkan Air dengan Biji Kelor

Tujuan Kegiatan, Anak mengetahui cara menjernihkan air rawa dan lebak dengan memanfaatkan daun kelor (sumberdaya alam) yang terdapat di sekitar rumah mereka untuk memenuhi kebutuhan air sehari hari.
Bentuk kegiatan,Praktek menjernihkan air, Diskusi mengenai kualitas air dan fungsinya bagi kesehatan
Peserta : Untuk anak kelas V dan VI
Tempat : Di Luar Ruangan
Waktu : Praktek : 2 x 60 menit, diskusi 1 X 45 Menit
Alat dan Bahan : Ember, gayung air, kain serbet, penumbuk dan air lebak atau rawa, biji kelor, Aktivitas dan Diskusi : Kepada peserta diberikan pertanyaan :
- Bagaimana kondisi air rawa?
- Apa warna air rawa, mengapa perlu dijernihkan?
- Apa beda air rawa, lebak dengan air lainnya (bau, warna)
- Apakah air rawa dan lebak sehat untuk diminum?
Pertanyaan Evaluasi
- Adakah sesuatu dari alam yang bisa kita manfaatkan?
- Bagaimana cara kita menggunakannya?
Catatan : Untuk mendapatkan hasil peningkatan pengetahuan peserta, lakukan pengamatan pada saat peserta melakukan praktek, perhatikan nilai-nilai kerjasama, ketelitian dan ketepatan dalam melakukan kegiatan sebagai manifestasi pemahaman dan adanya interasksi sosial positif antara peserta.
Deskripsi
Kemarau Tiba, apa yang bisa kita lakukan dengan air rawa dan lebak?
Yuk, menjernihkan air dengan biji kelor!
Musim kemarau sudah tiba.
Di Palembang, sudah memasuki musim kemarau. Meski musim kemarau kali ini tidak merata, tapi tetap saja mengelola air menjadi lebih baik adalah sebuah usaha pencegahan penyakit yang harus dilakukan.
Di beberapa daerah di Palembang, masih terdapat rawa dan lebak. Rawa dan lebak ini juga ada di kawasan SD 129 Pakjo palembang. Meski ledeng sudah ada namun tetap saja air dari mata air lebak dan rawa tetap di manfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Air lebak dan rawa adalah air yang berbau Lumpur, bahkan dibeberapa tempat juga mengandung karat. Di beberapa sumber mata air di rawa dan lebak, sering dijumpai sumber air yang ditutupi selaput tipis dengan warna kuning kecoklatan. Kalau air ini dipakai untuk mencuci misalnya, maka baju akan menjadi rusak, selain itu air ini juga berbau.
Di wilayah pakjo, yang pada awalnya banyak tempat yang dulunya adalah lebak dan rawa, pada umumnya air nya masih berbau dan mengandung karat. Warga membuat saringan air dari pasir, sabut kelapa, batu bata dan ijuk untuk menyaring air. Selain dengan menggunakan saringan sederhana salah satu usaha untuk menjernihkan air adalah dengan menggunakan biji tanaman kelor.
Bagaimana menjernihkan air dengan Biji Kelor?
Menjernihkan air dengan biji kelor juga termasuk penjernihan secara kimia, karena tumbukan halus biji kelor yang dimasukkan dalam air keruh akan membentuk gumpalan, pada kotoran yang terdapat di air yang dijernihkan. Kelor adalah tanaman polong-polongan, dengan daun majemuk. Kelor banyak di jumpai di sekitar lapangan main bola di pakjo, di semak pinggiran jalan, dan juga di dekat tempat penampungan sampah sementara.
Caranya:
-
Ambil biji kelor sesuai dengan kebutuhan
-
Kupas buah kelor, keluarkan bijinya dan bersihkan.
-
Biji yang sudah dibersihkan di bungkus dengan kain
-
Kemudian tumbuk biji kelor yang masih terbungkus kain sampai halus
-
Beri sedikit air hingga biji kelor menjadi pasta
-
Campurkan biji kelor yang sudah halus dan berbentuk pasta dengan air yang akan dijernihkan
Perbandingannya 1 biji kelor : 1 liter air Aduk dengan cepat 55-60 putaran/menitKemudian aduk secara perlahan dengan kecepatan 15-20 putaran/menit selama 5 menitKemudian, endapkan air selama 1-2 jam. Semakin lama pengendapan, maka air akan semakin jernihKemudian pisahkan air jernih dari endapan secara perlahan dengan menuangkan air jernih kedalam wadah yang lain. Lakukan pelan-pelan agar endapan tidak naik ke permukaan lagi. Untuk mengahasilkan hasi terbaik, tumbuklah biji kelor sampai sangat halus, bila tidak, maka proses penggumpalan kotoran tidak berjalan dengan baik. Nah…. adik-adik sekalian Dengan menggunakan biji kelor ini, kesehatan air tidak terganggu, dan layak kita konsumsi, bahkan kuman akan berkurang, cepat mendidih, zat organiknya juga berkurang sehingga tidak menyebabkan pencemaran. Dan yang paling penting kita mudah membuatnya, dan bahan nya juga tersedia banyak. Adik-adik bisa tetap meminum air yang sehat meskipun dalam musim kering seperti sekarang. Tapi harus diingat, air yang dijernihakn menggunakan biji kelor ini hanya untuk pemakaian yang sedikit saja, karena air yang sudah di jernihkan hari ini dengan biji kelor, esoknya sudah tidak baik lagi untuk digunakan. Silahkan bantu ayah dan ibu di rumah dengan menjernihkan air, ayah dan ibu akan sangat bangga pada kalian. Selamat mencoba yach…..

9 comments August 11, 2006



























