Tentang Bencana Longsor

August 22, 2006

   

Pengertian tanah longsor adalah terjadinya pergerakan tanah atau bebatuan dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau berangsur yang umumnya terjadi didaerah terjal yang tidak stabil.  Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya bencana ini adalah lereng yang gundul serta kondisi tanah dan bebatuan yang rapuh. Air hujan adalah pemicu utama terjadinya tanah longsor.  Ulah manusia pun bisa menjadi penyebab tanah longsor seperti penambangan tanah, pasir dan batu yang tidak terkendalikan.

Gejala Umum tanah Longsor (SumberMPBI)

  1. muncul retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing
  2. Muncul mata air secara tiba-tiba
  3. Air sumur di sekitar lereng menjadi keruh
  4. Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan

Wilayah-wilayah yang rawan tanah longsor

  • pernah terjadi bencana tanah longsor di wilayah tersebut
  • Berada pada daerah-daerah yang terjal dan gundul
  • Merupakan daerah-daerah aliran air hujan

Pencegahan Terjadinya Bencana Tanah Longsor

  • Tidak menebang atau merusak hutan
  • Melakukan penanaman tumbuh-tumbuhan berakar kyat, seperti nimba, bambu, akar wangi, lamtoro dans ebagainya, pada lereng-lereng yang gandul
  • Membuat saluran air hujan
  • Membangun saluran air hujan
  • Membangun dinding penan di lereng-lereng yang termal
  • Memeriksa keadaan tanah secara berkala
  • Mengukur tingkat kederasan hujan

Awas : Material yang terbawa pada saat terjadinya tanah longsor selain tanah juga bisa berupa bebatuan dan lumpur.  Kecepatan luncuran tanah longsor, terutama pada posisi yang terjal, bisa mencapai 75 km/jam.

Cara menghindari korban jiwa.

  • membangun pemukiman jauh dari daerah yang rawan.
  • Bertanya pada pihak yang mengerti sebelum membangun
  • Membuat peta bahaya.
  • Melakukan deteksi dini

Tulisan ini bersumber dari Komik Tanah Longsor, media penanggulangan Bencana yang dibuat oleh yayasan IDEP dengan dukungan dari BAKORNAS PBP, CRS, MPBI, UNESCO, USAID&masyarakat  Indonesia. Komik diperoleh bersama dengan paket penanggulangan Bencana lainnya atas kebaikan hati rekan Sayu dan Trisna dari Yayasan IDEP,
Bali.
 

Entry Filed under: Baca,Simak,Ceritakan!. .

6 Comments Add your own

  • 1. imat  |  August 22, 2006 at 6:49 am

    Alangkah baik jika disertai gambar gambar gimana posisi ketika menyelamatkan diri dari gempa, kayaknya akan lebih menarik khususnya utk anak anak jadi bisa cepat paham

    Reply
  • 2. upilkecil  |  August 21, 2008 at 10:04 am

    Ayo kita GUNDULI kepala, jangan gunduli HUTAn kita!!!!!
    ProVe in aCTion……….!!!!!!

    Reply
  • 3. pitriii  |  February 13, 2009 at 9:59 am

    bbbbaaaaaagggooooeeeesssss!!
    culikkk!!

    Reply
  • 4. Tyaz  |  February 17, 2009 at 7:20 am

    Mari kita lakukan apa yang berguna bg nusa n bangsa , jangan rusak pep0honan ini lebih baik rusak kesenangan ini.

    Reply
  • 5. Mawardi  |  March 11, 2009 at 1:07 am

    Pada prinsipnya tanah longsor terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan.

    Ancaman tanah longsor biasanya terjadi pada bulan November, karena meningkatnya intensitas curah hujan. Musim kering yang panjang menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan munculnya pori-pori atau rongga-rongga dalam tanah, yang mengakibatkan terjadinya retakan dan rekahan permukaan tanah.

    Pada waktu turun hujan, air akan menyusup ke bagian tanah yang retak sehingga dengan cepat tanah akan mengembang kembali. Pada awal musim hujan dan intensitas hujan yang tinggi biasanya sering terjadi kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat.

    Hujan lebat yang turun pada awal musim dapat menimbulkan longsor, karena melalui tanah yang merekah air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral.

    Dengan adanya vegetasi di permukaannya akan mencegah terjadinya tanah longsor, karena air akan diserap oleh tumbuhan dan akar tumbuhan juga akan berfungsi mengikat tanah.

    Lereng atau tebing yang terjal terbentuk akan memperbesar gaya pendorong. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 derajat, apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.

    Reply
  • 6. wika nurul  |  April 4, 2009 at 8:19 am

    iya betul

    klo mo terus hidup jangan gunduli hutan
    karana kasihan gmn masa depan bumi ni kalo kita semua gak di jaga dri sekarang, mo di mna kita semua tinggal

    apa mungkin kita semua tinggal di matahari ga kan
    kalo bukan kita siapa lagi yang monyelamati bumi ni

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pages

a

Recent Posts

Top Posts

komentar

briezkiey on Metamorphosis
rokas almanar on Rumah Baca Liana Indonesi…
murder on Kancil si Pencuri Ketimun
ega on Yuuk, Menyimak apa itu Gunung…
saf123 on Metamorphosis

arsip

 

August 2006
M T W T F S S
    Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

statistik

Meta

Ayo... bermain...!

Blogroll

Sahabat

Watch Me...!

Top Clicks

Spam Blocked

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Flickr Photos

Dawn at the City of Arts and Sciences: Blue and Magenta series

Swimmers

Untitled

More Photos

Categories

Feeds

Tags

Categories

Category Cloud

1 Baca,Simak,Ceritakan! Berita International Berita Nusantara Blogroll Cerita yuuuk Hewan Ini Punyaku! Orang Tua Pendidikan Lingkungan Sahabat Tokoh Untukmu Pahlawan What and Who