Archive for November, 2006
Kancil si Pencuri Ketimun
Siang itu panas sekali. Matahari bersinar garang. Tapi hal itu tidak terlalu dirasakan oleh Kancil. Dia sedang tidur nyenyak di bawah sebatang pohon yang rindang.
Tiba-tiba saja mimpi indahnya terputus. “Tolong! Tolong! ” terdengar teriakan dan jeritan berulang-ulang. Lalu terdengar (more…)
4 comments November 22, 2006
Semut dan Kepompong
Di suatu hutan yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung, kucing, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari, hutan dilanda badai yang sangat dahsyat. Angin bertiup sangat kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak…terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkan dirinya, kecuali si semut yang berlindung di dalam tanah. Badai baru berhenti ketika pagi menjelang. Matahari kembali bersinar hangatnya.
Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si semut terlindung dari (more…)
2 comments November 22, 2006
Ikan ikan yang bisa dibudidayakan dengan Air dari Limbah Rumah Tangga*)
Sebelum usaha budidaya ikan dengan sumber air berasal dari air limbah rumah tangga dilakukan, sebaiknya dikenal dulu jenis-jenis ikan yang dapat hidup di air bekas limbah rumahtangga. Ada beberapa jenis ikan yang dapat hidup diair bekas limbah rumah tangga. Jenis-jenis ikan ini digolongkan menjadi dua yaitu ikan yang biasa dipelihara dan ikan buas.
A. Ikan yang biasa dipelihara
1.
Mujair, ikan ini dapat hidup di air tawar atau air payau, cepat berkembangbiak dan dapat dipelihara dengan mudah dimanapun, baik didataran rendah maupun didataran tinggi.
2.
Nila, ikan nila yang berasal dari sungai Nil di afrika Utara dan masih kerabat dengan ikan mujair. Pertumbuhan lebih pesat daripada ikan mujair sehingga bentuknya lebih kokoh dan besar.
3.
Gurami, ikan gurami dapat dipelihara dengan baik didataran rendah maupun didataran tinggi. Merrka mempunyai alat pernafasan tambahan. Tak mengherankan bila ikan gurami cukup tahan dengan kondisi kekurangan oksigen.
4. Tambakang, ikan ini sering juga disebut ikan poni. Bentuk tubuhnya gepeng dan punggungnya ditumbuhi duri-duri. Dengan bentuk fisik demikian, ular tak suka menelannya. Oleh karena itu ikan jenis ini sangat cocok untuk dipelihara di kolam yang banyak diganggu ular pemakan ikan.
5.
Sepat siam, ikan sepat siam berasal dari siam, bentuknya mirip ikan gurami tetapi lebih langsing dan lebih kecil.
B. Ikan Buas
1.
Ikan lele, hidup di sungai atau dirawa. Lele cukup berbahaya karena memiliki duri beracun, walaupun demikian, banyak orang membudidayakannya karena rasa dagingnya yang lezat.
2.
Gabus, ikan gabus terkenal dengan julukan “snake head” karena bedanya berbentuk silinder dengan kepala pipih bersisik seperti ular. Dagingnya amat lezat sehingga walaupun kehadirannya sering merugikan karena merupakan pemangsa ikan kecil, banyak orang yang sengaja memelihara ikan gabus di kolam khusus.
3.
Belut, belut mempunyai panjang seperti ular. Biasanya dijumpai sebagai ikan liar disungai atau disawah.
*)Sumber Pengetahuan ini dari Buletin Benih Matahari Edisi Hewan disekitar kita. April-Juni 2006
8 comments November 17, 2006
Atasi DBD dengan Tempalo
Atasi DBD dengan Tempalo
Pada kesempatan lalu, kita berbagi pengetahuan mengatasi DBD dengan cara 3 M dan fogging atau pengasapan. Cara ini dikenal dengan cara konvensional. Nach, sekarang kita akan berbagi pengetahuan lagi cara mengatasi DBD menggunakan musuh alami nyamuk Aedes aegypti. Secara sederhana yang dimaksud dengan musuh alami adalah hewan lain yang bisa menekan perkembangan nyamuk Aedes aegypti dengan cara memangsa telur-telur dan jentik nyamuk Aedes aegypti. Apa yach yang bisa menjadi musuh alami nyamuk Aedes aegypti?

Ikan?
Yup, ikan adalah hewan yang bisa menjadi pemakan telur dan jentik nyamuk Aedes aegytpi, sehingga nyamuk tida bisa berkembang biak dengan begitu jumlahnya akan menurun dan itu artinya penyakit DBD bisa dihindari.
Ikan apa sich yang dimaksud? Dulu, memberantas telur dan jentik nyamuk dengan ikan sudah lama dikenal. Ikan yang digunakan adalah ikan betok, ikan lele, ikan gabus, tapi karena ukurannya yang besar sering membuat air malah berbau amis. Nach, karena air menjadi amis maka kemudian ikan gabus, ikan lele, dan ikan betok diganti dengan ikan cupang, atau bahasa palembang nya “iwak tempalo” bahasa medan “ikan laga” dan dalam bahasa latin Trichopsis vittatus atau Osphromenus vittatus.
Iwak tempalo jantan biasanya digunakan anak-anak atau orang dewasa dalam permainan adu iwak. Ukuran nya paling besar 6,5 cm. Ikan ini hidup di air tawar. Warnanya bermacam macam, ungu tua, biru tua, merah tua, merah terang, biru kehijauan, hijau tua kehitaman, hitam, kuning kemerahan. Bentuk tubuhnya cantik, dan ekornya berbentuk macam macam pula, ada yang berekor runcing panjang, berbentuk kipas yang melambai, dan kipas yang terkembang, bagus kan? Itulah sebabnya ikan ini sangat digemari dikalangan anak-anak bahkan ikan ini dijual dalam botol kecil seharga 500- 1000 rupiah/ ekor. Nach kalau dibandingkan dengan menggunakan fogging untuk mengatasi DBD lebih baik menggunakan ikan, lebih ramah lingkungan dan lebih murah.
Cukup dengan meletakkan seekor ikan tempalo dalam tempat penampungan air berukuran sedang bisa mengatasi jentik nyamuk Aedes aegypti. Ikan tempalo ini juga bisa diletakkan dalam bak air kamar mandi, akuarium, kolam dipekarangan rumah dengan jumlah yang disesuaikan dengan daya tampung air, maka jentik nyamuk Aedes aegypti tidak bisa berkembang biak.Hmmmm, kamu pilih cara yang mana? 3 M, pengasapan atau dengan iwak tempalo?.
2 comments November 11, 2006
Jaga Lingkungan, atasi Demam Berdarah
Hujan mengguyur kota palembang demikian derasnya. Hujan telah turun beberapa kali, sebagai pertanda musim kemarau segera akan berlalu. Nach, waktu antara memasuki musim penghujan dari musim kemarau ini sering disebut masa pancaroba. Di masa pancaroba ini kita wajib untuk berhati-hati loch…! Kenapa? Karena pada masa ini rawan akan hadirnya berbagai penyakit. Dari sakit perut, penyakit kulit, muntaber, diare, demam berdarah, dan demam panas. Gangguan kesehatan ini umum terjadi dimasa pancaroba. Gangguan kesehatan ini berkaitan erat dengan perubahan suhu, frekuensi terjadinya hujan dan kondisi lingkungan yang berkaitan dengan tempat penyimpanan air, saluran sanitasi dan perubahan cuaca. Kali ini kita akan berbagi pengetahuan mengenai penyakit demam berdarah, yang sering terjadi di masa pancaroba. Kita harus tahu mengenai penyakit demam berdarah dan cara menghindarinya, karena kalau kita sakit maka tentu kita tidak bisa ke sekolah untuk belajar, tidak bisa bermain bersama teman dan membuat cemas ayah dan ibu serta saudara kita.
Demam Berdarah itu menakutkan loch…!
Penyakit demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk, nyamuknya bernama Aedes aegypti, namanya cantik kan? Secantik rupanya yang belang putih. Tapi keberadaannya tak secantik rupanya loch…, gigitan nyamuk ini bisa menghantarkan manusia ke rumah sakit dan tak sedikit yang meninggal karenanya. Menurut Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, nyamuk ini memang endemik Sumatera Selatan.
Penyakit demam berdarah atau sering disebut DBD, bisa menyerang siapa saja, dari bayi, anak-anak sampai orang dewasa. Pada tahun 1995 ada 1200 kejadian demam berdarah dan menyebabkan 28 orang meninggal dunia. Di tahun 1996, kejadian demam berdarah memang menurun jadi 907 kejadian tapi yang meninggal lebih banyak mencapai 61 orang! Kemudian pada Tahun 1998 penyakit DBD makin meningkat loch!, oarang yang terkena penyakit DBD mencapai 3.022 orang dan sebanyak 89 orang meninggal. Dan ternyata menurut informasi dari koran kompas, dari sejak taun 1993 sampai tahun 2000 sudah 287 orang yang meninggal (Kompas, Rabu 28 Mei 2003), Menakutkan sekali yach?
Apa sich yang memicu penyakit DBD?
Penyakit DBD yang disebar oleh nyamuk Aedes aegypti ini dipicu oleh kondisi lingkungan yang tidak dikelola dan dijaga kebersihannya dengan baik. Sampah seperti kaleng bekas, wadah plastik yang terbuka, bak penampung air yang tidak dikuras, dan benda-benda lain yang bisa menampung air lainnya yang banyak terdapat di pemukiman, perumahan yang bisa menampung air hujan menyebabkan pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti tumbuh subur, karena nyamuk ini bertelur di air yang tertampung, menjadi jentik dan menjadi nyamuk dewasa, kemudian menyebarkan penyakit melalui gigitannya, dan dalam hitungan jam, bisa menyebabkan badan panas dan kulit berbintik bintik merah, bibir kering, demam panas. Penyakit ini juga bisa menular loch…!
Nach, itulah yang memicu berkembangnya nyamuk penyebar DBD, pola hidup tak sehat dan kebersiahan lingkungan yang tidak terjaga. Kalau saja, lingkungan terawat dengan baik dan sehat, penyakit DBD bisa kita hindari.
Oh iya, nyamuk Aedes aegypti memang tidak suka air kotor loch, nyamuk ini justeru lebih suka ditempat air yang tertampung dan jernih seperti yang ada dalam bak penampungan air atau kaleng bekas. Berapa banyak sich air untuk berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti ? Nggak perlu banyak koq, wadah pipa cekung 0,5 centimeter saja sudah cukup buat nyamuk belang ini berkembang biak. Makanya, di Palembang yang setiap rumah punya wadah menampung air tanpa dikuras, merupakan rumah idaman bagi nyamuk vektor demam berdarah itu.
Gimana yach menanggulangi DBD?
Memberantas nyamuk Aedes aegypti terdapat beberapa cara. Bisa dengan melakukan pengasapan atau fogging, biasanya kegiatan pengasapan dilakukan oleh pemerintah setempat untuk melindungi kota dari nyamuk Aedes aegypti. Penyemprotan ini menggunakan asap yang baunya sangat tidak enak. Jelas dong… cara pengasapan ini mahal, menurut Dinas Kesehatan Palembang dalam koran kompas terbitan rabu 28 Mei 2003, biayanya 182 juta untuk kota palembang saja. Dan tiap satu titik penyemprotan berjarak radius 200 meter mencapai 1 juta rupiah. Wuaaahhh mahal sekali. Ternyata sehat itu memang mahal yach…!. Selain dengan pengasapan bisajuga dengan melakukan 3 M. Apa sich 3 M itu?
Melindungi diri dari DBD dikenal dengan cara 3 M yaitu :
1. Menguras bak penampung air secara rutin
2. Mengubur benda benda bekas yang bisa menampung air seperti kaleng bekas, plastik dan serupanya.
3. Menutup tempat penampungan air.
Nach, cara ini bisa menutup jalan bagi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Artinya, kebersihan lingkungan patut dipelihara, dan dimulai dari diri sendiri dan saat ini juga, kalau bukan kita sendiri siapa lagi ? dan kalau tidak sekarang kapan lagi? Nanti nyamuknya keburu jadi banyak loch, kalau terus-terusan menunggu orang lain yang melakukan pemeliharaan lingkungan.
Nach, sekarang ayo kita lihat di rumah dan pekarangan dan lingkungan sekitar kita, ada nggak sich yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti? Yuk kita periksa dan singkirkan dengan 3M dan ayo memulai hidup sehat!
Jangan lupa : Menguras Tempat Penampungan Air, Mengubur kaleng dan benda yang tak berguna yang dapat menampung air, dan Menutup tempat penampung air. Ayo… mulai hidup sehat dari rumah kita!
Add comment November 11, 2006
Mengenal prangko
![]()
Apa sich Prangko itu ?
Prangko dalam bahasa Inggris disebut Stamp. Prangko dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya : Tanda pembayaran biaya pos. Dengan prangko artinya surat yang kita kirimkan sudah lunas pembayarannya. Selain itu, prangko juga (more…)
9 comments November 11, 2006
Ucapan Terimakasih dari Anak-Anak Liana Indonesia
Tuhan,
Andai tutur kami mampu menembus ruang dan waktu
Tentu kami ingin menyuarakan ungkapan kasih
Yang mungkin mampu menebus ulur tangan dan ikhlas
Dari mereka, wahai insan yang murah hati
Kepada engkau Insan pemurah
Kami haturkan Doa dan harap
Agar Tuhan selalu memberikan Nikmat dan HidayahNya
Kepadamu,
Sebagai balas atas pengetahuan yang diberikan pada kami,
Luhurlah engkau dalam balutan budi dan sahaja
Tegarlah engkau dalam uji dan coba
Tuhan, Damaikan mereka yang telah ikhlas menolong kami,
Tuhan,
Nyenyakkanlah mereka dalam lelap di malam hari
Teguhkanlah hati mereka dalam ibadah di siang hari
Damaikanlah jiwa mereka
Dan
Berikanlah mereka limpahan rezeki.
Permudahlah urusan mereka
Dan jauhkan lah mereka dari marabahaya, jin dan manusia
Hidupkan mereka dalam sejahtera hari ini
Damaikan mereka “disana” kelak.
Kasihilah mereka seperti engkau mengasihi umatMu sebelum kami.
Amien.
Anak-anak Liana Indonesia menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya Kepada ;
1. Bapak. Prof. Fachrurozie Sjarkowi,Ph.D untuk refferensinya pada setiap ToR Program Liana Indonesia.
2. Bapak Dr. Karl Heinz Steinmann, juga untuk Referensi yang di berikan
3. Bapak Djuni Pristiyanto, atas buku umbi-umbian, buku Islam dan ekologi, Buku Permainan alam, ebook komik “jangan takut gempa”, film DVD berjudul Spirited Away, The March of Penguins, Whisper of Heart, Lagu anak-anak, folk song dan lainnya. dan Buku pengetahuan hutan dan lingkungan lainnya.
4. Bapak Fachrudin mangunjaya, CI, atas majalah Tropika nya.
5. Bapak Idris, Penulis dan Dosen di Palembang, terimakasih atas izin pemuatan tulisan dan mahakarya PLH nya untuk jadi sumber pengetahuan di Liana Indonesia.
6. Bapak Koen Setyawan, untuk buku komik satwa hutan nya.
7. Ibu Ayu Dyah Pasha, Artis sinetron, atas bantuannya materilnya.
8. Adefadli, atas prangko unik nya (karena berbentuk stiker), buku , buletin ulin, warta fkkm, nuansa, tak lupa juga terimakasih setinggi-tingginya untuk saran, dan bantuannya yang sangat berarti dalam pembuatan weblog www.lianaindonesia.wordpress.com .
9. Solichin, SSFFMP, and Family. atas buku komik nya.
10. Hamba Allah, yang tidak bersedia di sebutkan namanya, dari Kalimantan, terimakasih atas rak buku dan alat peraga yang diberikan.
11. Hamba Allah, yang juga tidak bersedia disebutkan namanya, dari kalimantan, atas bantuan pengadaan Buku.
12. No Name : tanpa nama pengirim. Alamat : surat ; Jakarta. Terimakasih atas bantuan prangko beserta album prangko, kumpulan cerpen anak, dan kumpulan foto bergambar hutan dan isinya.
13. No. Name, tanpa nama pengirim. Alamat . kalimantan Selatan. Terimakasih atas kumpulan permainan alam dan prangko nya.
14. Bapak I Nyoman Suryadiputra, atas poster, warta lahan basah, buku – buku nya.
15. Bapak Irwansyah Reza Lubis, Deddy Permana, atas Poster Merang Kepahyang.
16. Ibu Maria mumpuni dari BIMA Esw, atas media belajar Buletin Benih Matahari.
17. Kusnadi, Medan. poster, stiker dan leaflet Lestarikan Orang Utan.
18. Bapak koko, direktur YCHI, atas modul PLH nya.
19. Yandri, atas modul, sayur dan buah.
20. Ferdinand, Medan. Atas Modul Pelatihan nya.
21. Dhitta Putti Sarasvati, Bandung atas sumbangan buku, Misteri Hutan yang hilang, Burung unta, Detektif ulung.B. dan lainnya.
22. Ruhimat, Yayasan Pelangi. Atas buku Loe-Loe Gue-gue, Udara Bersih Hak bersama, Does Money Grows on Tree?
23. Ibu Sayu, KM atas buku komik Stop Jorok
24. Hasby hasbullah, CI, atas Modul, buletin, warta PLH.
25. Bapak sarono, atas prangko, dan buku komik Anak Leuser.
26. Rina Kusuma, Yayasan Kehati, atas buku, poster dan komiknya.
27. Issaac, Bandung, atas buku Toto Chan serta kesediaanya untuk pemesanan alat peraga di Bandung.
28. Ibu Fatimah Rais atas kesediaan dan partisipasi sekolah Fatimah dalam program Bina Lingkungan di Palembang.
29. Guru TK Fatimah, untuk kesediaanya mengajar membuat kerajian dari plastik bungkus kemasan mie, rinso, molto, dll, membuat manik-manik, membuat hiasan dinding.
30. Ibu Renny Marsianah,Direktur PT Korenia Inti Mulia terimakasih atas bimbingan nya dan bantuan PBO sebagai bahan organik alami pembuat kompos.
31. Ibu Aulia KPAI untuk buku Totto Chan
32. Bapak Ari, untuk buku dan CD informasi sekolah Petualang nya.
33. Rio, Walhi Kalteng, untuk prangko nya.
34. Rimbawan Muhammadiyah, pesrol, harry, mujahiddin, Neli, Nili, Era, Dwi, Ratih, Dean, Eko, Asni, Devi, Yosef, Fifit, Heri, Ari, Yoni, Yandri, Hadinata, untuk bantuannya cek email, reply email, ketik bahan belajar, fasilitasi, promosi, bikin spanduk, manage time schedule, bikin alat peraga, bikin gambar, mading rimbawan dan mading Liana, prepare alat, dan catat proses beberapa kegiatan, termasuk keihklasannya menyapu, mencuci piring, menyediakan penganan ringan, dan membuatkan kopi tanpa gula.
35. Remaja Masjid Nurul Hidayah, untuk kesediaanya mendampingi proses belajar.
36. Segenap pengelola Panti Asuhan Fitrah, An-Nisa atas partisipasinya dalam proses belajar di Rumah Baca Liana Indonesia.
37. Seluruh orang tua anggota Rumah Baca Liana Indonesia, atas partisipasi aktif yang diberikan.
38. Ibu penjual sayur keliling, di Jalan Sawadaya pakjo, untuk promosi dan bantuannya mengumpulkan sumbangan buku dari rumah kerumah.
39. Ibu Sri Wiendarti, atas buku komik anak.
40. Ibu Arleen Amiedjaya, atas informasi buku Little Lili di Negeri buku, Little Lily di Negeri Bunga.
41. Mamang penjual anggrek di Jalan Soekarno hatta, Palembang, yang diundang secara khusus untuk belajar jenis tanaman anggrek, dan seluk beluk anggrek.
42. Ibu Nina, atas kesediaanya mempraktekkan pembuatan pempek ikan, makanan khas palembang berbahan baku ikan.
43. Ibu Halimah atas bantuannya mempublikasikan selebaran Liana Indonesia kepada penduduk RT 45-48.
44. Nyimas Septi Rika, atas pinjaman kamera digital dan handycam nya.
45. Dan semua pihak lainnya (seperti di Blog Liana Indonesia terdahulu) yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terimakasih atas bantuannya, partisipasinya, keikhlasan serta doa yang diberikan kepada anak-anak yang belajar di Rumah Baca Liana Indonesia.
Rassullulah bersabda “ Ada 7 butir perkara yang mengalir pahalanya pada hamba Allah di alam kubur sesudah ia mati yaitu : 1) Barang siapa yang mengajarkan ilmu pengetahuan , atau
2) Mengalirkan sungai, atau
3) Menggali sumur, atau
4) Menanam kurma, atau
5) Membangun masjid, atau
6) Mewariskan mushat, atau
7) Meninggalkan anak yang meminta ampun baginya sesudah matinya
Semoga para pihak yang telah mengulurkan belas kasihnya kepada kami memperoleh ridho dan hidayah yang setinggi-tingginya dari Tuhan YME, Amien.
6 comments November 9, 2006
Syukur
Karangan / Ciptaan : H. Mutahar

Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
KehadiratMu Tuhan
Dari yakinku teguh
Cinta ikhlasku penuh
Akan jasa usaha
Pahlawanku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Ke bawah duli tuan
Dari yakinku teguh
Bakti ikhlasku penuh
Akan azas rukunmu
Pandu bangsa yang nyata
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Kehadapanmu tuan



Add comment November 9, 2006
Gugur Bunga
Pengarang / Pencipta Lagu : Ismail Marzuki
Betapa hatiku takkan pilu
Telah gugur pahlawanku
Betapa hatiku takkan sedih
Hamba ditinggal sendiri
Siapakah kini plipur lara
Nan setia dan perwira
Siapakah kini pahlawan hati
Pembela bangsa sejati
Reff :
Telah gugur pahlawanku
Tunai sudah janji bakti
Gugur satu tumbuh sribu
Tanah air jaya sakti
Add comment November 9, 2006


























