Memandang Kehidupan

Memandang relung-relung kehidupan
Aku tak tahu pasti apakah mungkin
Menjadi seorang tua yang tenang membaca Koran
Ditengah ributnya dunia kebakaran

Tidaklah lebih baik kita padamkan
Sijago merah sekarang juga
Selagi matahari belum tinggi
Atau…. Kupilih saja tenangnya duduk dikursi goyang
Saban pagi semangkuk susu dan setangkup roti

Sementara masih pula khawatir
Akan kepastian hari esok
Bukan tak mungkin Tuhan bertitah
Bertitah berhenti

Maka hutan-hutan habis
Hewan-hewan punah
Lalu apa yang dapat kita capai
Sedangkan bumi tak lagi pasti

Yang kutinggal hanya puing-puingnya saja
Kuteliti tanganku urat-urat saja
Tulang-tulangnya bias saja lenyap dengan tiba-tiba
Tak satupun kupunya selain doa.

Lely Susilawati (14 Tahun)
Rumah makan Moro Seneng Jl Raya Palembang Jambi Km 113 Sei Lilin MUBA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s