Sebuah Pelajaran untuk Beruk

     

Oleh Y. Pamung*).

Pada suatu ketika tinggalah seekor kadal hijau di pinggir sebuah jalan kecil. Ia hidup tenang di tempat itu hingga datangnya beberapa ekor beruk. Beruk memang dikenal sebagai binatang yang jahil, suka menggoda binatang-binatang lainnya.

“Hai kadal, coba lihat kepalamu!, Lucu dech seperti bamboo runcing. Apalagi tangan dan kakimu sungguh mirip dayung.” Goda beruk nakal. Sejak itu Beruk rombongan sering menghampiri kadal hijau. Dan ejekan serupa selalu muncul bila mereka bersua dengan kadal.

Mendengar ejekan Beruk, Kadal hijau merasa tersinggung,  lalu ia mengadukan kekesalan hatinya kepada Kodok Besar yang kebetulan tingga di sebelah rumahnya. Bangkong menasehati Kadal dan agar balas mengejek.

“Katakanlah pada Beruk itu, Hai Beruk coba kalian lihat kepala kalian yang benjol-benjol, perut kalian yang biru serta ekor kalian yang seperti pakis bengkok! Bila kau mengatakan demikian, niscaya Beruk – beruk itu tak Menggodamu lagi.” Ujar Bangkong.

Kadal hijau kembali ke rumahnya dengan puas hati. “Hmmm besok giliranku membuat beruk-beruk itu tersinggung!”. Malam Hari Kadal hijau dapat tidur dengan nyenyak. Ia ingin besok hari bisa bangun pagi agar dapat mempersiapkan diri menghadapi Beruk-Beruk penggoda itu.

Seperti telah diduga sebelumnya. Beruk-beruk itu kembali mengejek sewaktu lewat didepan rumah Kadal; “ hai kadal hijau! Ternyata kepalamu masih runcing dan tangan kakimu masih juga seperti dayung!”

Dengan suara berang, kadal hijau menyahut “ Hai beruk busuk! Lihatlah pantatmu yang berbantal, dan kepalamu benjol-benjol. Apalagi ekormu itu ha…ha…ha… macam pakis bengkok!”

Mendengar ejekan itu, beruk-beruk ganti tersinggung. Mereka marah dan mengejek kadal hijau. Dengan gesit kadal hijau berlari menuju rumah Bangkong.

Beruk-beruk itupun tidak kalah cepat berlari. Mereka hendak memakan kadal hijau dan bangkong. Tetapi Bangkong tak kehabisan akal. Katanya, “ sebaiknya jangan sekarang kalian makan kami. Tunggulah delapan hari lagi supaya kami peunya kesempatan menggemukkan diri,”

Akhirnya tiba jua hari yang telah dinanti-nantikan kawanan Beruk. Mereka datang dengan gembira karena akan menyantap Kadal Hijau dan Bangkong. Bangkong dan Kadal menyambut kedatangan mereka dengan ramah.

Kata Bangkong “ Sebelum kalian makan tubuh kami berdua kalian boleh minum dulu sajian kami ini, inilah lemak dari tubuh kami berdua. Agar lebih nikmat setelah minum kalian bias beristirahat terlebih dahulu diatas pohon seberang sungai ini.”

Beruk-beruk pun saling berebut minum air tuba yang telah disediakan Bangkong. Usai minum mereka beristirahat diatas pohon diatas sungai seperti disarankan Bangkong.

Tak lama kemudian Beruk-beruk mulai mabuk sehingga berjatuhan kedalam sungai yang cukup besar arus gelombangnya. Karena telah lemas maka mereka pun mati terhanyut.

Diantara kawanan Beruk itu ada yang sedang bunting tua. Tentu saja ia tidak bisa berebut minuman. Itu sebabnya hanya beruk betina ini yang masih hidup. Beberapa waktu kemudian Beruk betina itu melahirkan Beruk-beruk kecil sebagai penganti Beruk-beruk yang telah mati akibat akal si Bangkong. Konon itu sebabnya Beruk masih bertahan hidup hingga sekarang.

Dipetik dari Buletin Gaharu 06-III/September-Oktober 1995
Yayasan Plasma, samarinda. Kalimantan Timur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s