Atasi DBD dengan Tempalo

Atasi DBD dengan Tempalo

Pada kesempatan lalu, kita berbagi pengetahuan mengatasi DBD dengan cara 3 M dan fogging atau pengasapan. Cara ini dikenal dengan cara konvensional. Nach, sekarang kita akan berbagi pengetahuan lagi cara mengatasi DBD menggunakan musuh alami nyamuk Aedes aegypti. Secara sederhana yang dimaksud dengan musuh alami adalah hewan lain yang bisa menekan perkembangan nyamuk Aedes aegypti dengan cara memangsa telur-telur dan jentik nyamuk Aedes aegypti. Apa yach yang bisa menjadi musuh alami nyamuk Aedes aegypti?

Ikan?

Yup, ikan adalah hewan yang bisa menjadi pemakan telur dan jentik nyamuk Aedes aegytpi, sehingga nyamuk tida bisa berkembang biak dengan begitu jumlahnya akan menurun dan itu artinya penyakit DBD bisa dihindari.
Ikan apa sich yang dimaksud? Dulu, memberantas telur dan jentik nyamuk dengan ikan sudah lama dikenal. Ikan yang digunakan adalah ikan betok, ikan lele, ikan gabus, tapi karena ukurannya yang besar sering membuat air malah berbau amis. Nach, karena air menjadi amis maka kemudian ikan gabus, ikan lele, dan ikan betok diganti dengan ikan cupang, atau bahasa palembang nya “iwak tempalo” bahasa medan “ikan laga” dan dalam bahasa latin Trichopsis vittatus atau Osphromenus vittatus.
Iwak tempalo jantan biasanya digunakan anak-anak atau orang dewasa dalam permainan adu iwak. Ukuran nya paling besar 6,5 cm. Ikan ini hidup di air tawar. Warnanya bermacam macam, ungu tua, biru tua, merah tua, merah terang, biru kehijauan, hijau tua kehitaman, hitam, kuning kemerahan. Bentuk tubuhnya cantik, dan ekornya berbentuk macam macam pula, ada yang berekor runcing panjang, berbentuk kipas yang melambai, dan kipas yang terkembang, bagus kan? Itulah sebabnya ikan ini sangat digemari dikalangan anak-anak bahkan ikan ini dijual dalam botol kecil seharga 500- 1000 rupiah/ ekor. Nach kalau dibandingkan dengan menggunakan fogging untuk mengatasi DBD lebih baik menggunakan ikan, lebih ramah lingkungan dan lebih murah.
Cukup dengan meletakkan seekor ikan tempalo dalam tempat penampungan air berukuran sedang bisa mengatasi jentik nyamuk Aedes aegypti. Ikan tempalo ini juga bisa diletakkan dalam bak air kamar mandi, akuarium, kolam dipekarangan rumah dengan jumlah yang disesuaikan dengan daya tampung air, maka jentik nyamuk Aedes aegypti tidak bisa berkembang biak.Hmmmm, kamu pilih cara yang mana? 3 M, pengasapan atau dengan iwak tempalo?.

One thought on “Atasi DBD dengan Tempalo

  1. Koen says:

    Kadang masalah lingkungan bisa diatasi dengan cara yang sederhana, bukan teknologi yang muluk-muluk dan mahal. Seringkali masalah lingkungan bisa dihindari dengan cara yang sederhana pula. Kalau dipikir-pikir banyak wabah yang sebenarnya berasal dari masalah kebersihan lingkungan dan sebenarnya dapat diatasi dengan cara sederhana. Benar nggak? Kalau kebersihan dan ramah lingkungan sudah menjadi gaya hidup kita, mungkin penyakit DBD, Flu Burung dan Disentri bisa ditekan seminim mungkin. Bukankah Kebersihan dari iman? Ataukah itu hanya sebatas slogan relijius yang tak pernah kita praktekkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s