Perjalanan Kami

LIANA INDONESIA
Sejarah

Tahun 2006
Liana Indonesia mengawali perjalanannya pada 22 April 2006, tepat pada peringatan hari bumi. Inisiatif pendirian Liana Indonesia muncul dari hakekat pendidikan lingkungan yang pada intinya adalah menggugah dan membangun rasa menghargai dan bertanggungjawab pada lingkungan. Kesadaran ini kemudian dianggap penting dan kemudian diwujudkan melalui ruang kreativitas dan berbagi pengetahuan melalui sebuah Rumah Baca bernama Liana Indonesia yang kemudian disingkat menjadi RUMBALIND.

Melalui Rumah Baca, Liana Indonesia menjadi rumah pengetahuan bagi anak anak sekolah dasar. Kegiatan yang dilakukan meliputi gali pengetahuan lewat membaca, menulis cerita, melakukan percobaan dasar, melihat dan memahami film bernuansa lingkungan hingga kegiatan luar ruangan seperti bersepeda dan jelajah.

Liana Indonesia didirikan oleh Silfi Iriyani, dan dalam pelaksanaannya dibantu oleh mahasiswa (sebagai relawan ) yang memiliki minat terhadap isu yang sedang dijalankan oleh RUMBALIND. Untuk memperkuat kapasitas relawan maka RUMBALIND juga menjadi wadah kegiatan pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh pendiri.

Di Tahun 2006, Liana Indonesia masih belajar mematangkan diri dan membangun jaringan. namun demikian, Liana Indonesia pada tahun 2006 sudah mendampingi sebuah SD dalam kegiatan pembelajaran pendidikan lingkungan dengan topik pembelajaran Lahan Basah Rawa. Kegiatan penyuluhan lingkungan di beberapa panti asuhan dan rumah singgah juga dilakukan, hingga akhir tahun 2007 terdapat 7 Panti asuhan dan 2 Rumah Singgah yang telah dikunjungi dan pemberian sumbangan buku pendidikan lingkungan. Serta secara marathon memfasilitasi pelatihan PLH bagi relawan.

Tahun 2007
Di tahun 2007, kegiatan di RUMBALIND mulai terfokus pada kegiatan pelatihan PLH khusus untuk kalangan pelajar dan Mahasiswa. Hal ini dilakukan karena permintaan untuk pelatihan meningkat, terutama dikalangan mahasiswa dan pelajar pencinta alam. Menyadari keterbatasan yang dimiliki, Liana Indonesia melakukan kerjasama dengan beberapa individu yang memiliki kapasitas dan waktu untuk berbagi pengetahuan.

Tidak hanya minat terhadap diadakannya pelatihan yang meningkat dari kalangan pelajar dan mahasiswa, tapi minat untuk belajar metode penelitian bidang kehutanan juga semakin meningkat. Kebutuhan akan buku ilmiah juga semakin meningkat hingga di akhir tahun 2007 Liana Indonesia melakukan penambahan bilik pengetahuan yaitu perpustakaan digital. Perpustakaan digital liana Indonesia hingga akhir tahun 2007 berisikan 1200 judul buku ilmiah dan hampir 80% adalah buku dalam bahasa inggris.

Menyadari keterbatasan bahasa, maka kemudian liana Indonesia membuka bilik belajar yang baru, yaitu ruang belajar bahasa inggris (dilakukan secara mandiri oleh pendiri) ruang belajar bahasa inggris mempelajari dan memahami isi topik kajian yang sesuai dengan kebutuhan, dan dilakukan secara bergantian dengan topik kajian lainnya. Hal ini kemudian dirasa menyita waktu yang tidak sedikit. Sehingga Liana Indonesia mulai memilah serta memprioritaskan kegiatan.

Tahun 2007 adalah tahun kegiatan pelatihan dan riset di Liana Indonesia, hingga awal tahun 2008 pendiri mulai memetakan potensi kader dan memberikan tanggungjawab sebagai bentuk pembelajaran bagi kader. Hingga akhir tahun 2007, Liana Indonesia mulai dijalankan oleh relawan, mereka berasal dari kelompok remaja mesjid, karang taruna, mahasiswa dan pelajar.

Tahun 2008
Di tahun 2008, Kegiatan di liana Indonesia hampir 75% dijalankan oleh relawan dengan tetap dalam pengawasan yang intensif oleh pendiri. Tahun 2008, bilik belajar di Liana Indonesia bertambah satu yaitu bilik percobaan nature game. Bilik nature game ini adalah ruang belajar merancang, mempraktekkan dan menguji coba beberapa bentuk permainan alam bernuansa lingkungan. Permaianan alam yang digunakan berasal dari buatan sendiri dan juga mengadopsi dari berbagai sumber. Tidak hanya itu, namun di tahun 2008, Liana Indonesia mencoba membuat bahan bahan permaianan alam dengan kertas yang didaur ulang dan menggunakan perwarna alami. Di akhir tahun 2008, liana Indonesia memfasilitasi kelompok rimbawan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan menanam pohon di beberapa titik kritis di kawasan kabupaten pagaralam. terdapat 15o pohon yang ditanam oleh sekitar 15 orang rimbawan.

Tahun 2009
Tahun 2009 liana Indonesia merencanakan untuk memperkuat perpustakaan digital serta membangun jaringan dengan berbagi pengetahuan kepada khalayak. Selain itu, tahun 2009 direncanakan sebagai tahun ilmiah. Bentuk bentuk kegiatan ilmiah mulai dari penelitian, percobaan serta pengujian metode akan dilakukan di tahun 2009. Liana Indonesia juga akan menghimpun data statistik dari berbagai bidang dan diharapkan data tersebut dapat mendukung proses pengkajian dan penelitian yang dilakukan oleh berbagai pihak, lembaga maupun individu.

Ruang Informasi Liana Indonesia

a. Blog

Liana Indonesia pertama kali menggunakan http://www.lianaindonesia.blog.co.uk blog ini digunakan sebagai media berjaringan dan media promosi pada awal berdirinya yaitu di tahun 2006. Kemudian di pertengahan tahun 2006 mencoba media blog wordpress dengan nama http://www.lianaindonesia.wordpress.com hingga awal tahun 2009 kunjungan ke blog liana Indonesia mencapai 52.000 di awal tahun 2007 kemudian blog liana Indonesia menjadi http://www.lianaindonesia.org dan kemudian melebur menjadi satu dengan blog pendiri di alamat http://www.silfi.org meski demikian blog liana Indonesia di wordpress tetap digunakan.

Dari media blog tersebut tercatat 205 koment yang ditampilkan dan 289 surat private yang dikirim oleh pengunjung. Pengunjung blog didominasi oleh kalangan pelajar, jumlah kunjungan hingga 27 Januari 2009 pukul 14.55 WIB sejumlah 52.333 kunjungan.

b. Email
Dalam berkomunikasi berbagi informasi liana Indonesia menggunakan email. liana Indonesia dapat dikontak melalui email enviroeducation@gmail.com dan lianaindonesia@yahoo.com.au

c. Tea Chat
Dalam berkomunikasi dengan relawan, peminat dan lainnya, liana Indonesia secara berkala melakukan diskusi dan bertukar informasi, ide dan pendapat melalui diskusi santai yang dinamakan Tea Chat.

Status dan Pendanaan
Liana Indonesia adalah bentuk inisiatif individu yang berkeinginan berbagi pengetahuan dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman yang pada akhirnya diharapkan mampu membangun kesadaran lingkungan terutama untuk generasi muda.

Pendanaan
Seluruh dana dalam Liana Indonesia adalah sepenuhnya dana pribadi pendiri Liana Indonesia. Hingga saat ini, Liana Indonesia belum pernah mengajukan permohonan dana dan atau menerima dana dari pihak manapun.

Mitra dan Jaringan
Liana Indonesia dalam memenuhi kebutuhan untuk menjalankan program menerima bantuan berupa buku, poster, majalah, booklet, cd dan dvd film dari mitra dan jaringan.

One thought on “Perjalanan Kami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s